Tak Sempat Cari Pasangan hingga Rasakan Jadi Korban Gempa, Ini Kisah Relawan Dompet Dhuafa di Cianjur

BERITACIANJUR.COM – BERINTERAKSI, mendengarkan keluh kesah masyarakat, serta mendampingi para korban gempa Cianjur hingga bisa tersenyum kembali, merupakan pengalaman yang paling berkesan. Itulah ungkapan yang di sampaikan salah satu relawan Dompet Dhuafa Jawa Barat, Dimas H. Prasetyo.

Dimas yang merupakan pemuda asal Bandung turut serta dalam aksi emergency response-recovery Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa di Cianjur. Sebagai pemuda yang fasih berbahasa Sunda, perannya sangat krusial dalam aksi kemanusiaan Dompet Dhuafa saat di Cianjur.

Ia menjadi perantara antara masyarakat asli Cianjur dengan Dompet Dhuafa. Sehingga tidak aneh apabila ia ditugaskan menjadi tim asesmen selama penugasan emergency response-recovery di Cianjur. Menjadi tim asesmen, ia diharuskan untuk menelusuri titik-titik terdampak bencana, mulai dari yang bisa dilalui oleh empat roda, hingga yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Awalnya coba-coba, eh malah jadi keterusan menjadi relawan. Karena jujur, saya ingin menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi sesama. Itulah mengapa saya tertarik menjadi relawan di Dompet Dhuafa,” lanjut Dimas.

Selain menjadi tim asesmen, ia juga turut menjadi tim bagian logistik. Mulai dari pendataan barang masuk-keluar hingga menjadi tim jaga malam gudang logistik.

Tidak sampai di situ, ia juga turut menjadi tim yang ikut melakukan distribusi bantuan yang diamanahkan kepada Dompet Dhuafa. Membagikan bantuan kepada penerima manfaat langsung, sambil tetap berhati-hati melewati jalanan yang penuh risiko.

“Alhamdulillahnya, selama menjadi relawan belum ada sekalipun hambatan. Orangtua juga merestui apapun yang saya kerjakan. Walaupun konsekuensinnya saya belum mendapat kesempatan untuk mencari pasangan hidup,” ujarnya sambil bergurau.

Menurut Dimas, aksi respons di Cianjur ini cukup memorable. Lantaran aksi respons di Cianjur ini termasuk aksi yang terlama. Kadang juga khawatir dengan kehadiran gempa-gempa susulan.

Baca Juga  Pemkab Cianjur Siapkan Lokasi Baru untuk Relokasi Pedagang Pasar Sukanagara Pasca-kebakaran 

“Cukup amazing pengalaman respons kali ini. Karena ini kegiatan respons terlama yang saya ikuti. Saya bisa merasakan langsung menjadi korban akibat banyaknya gempa susulan yang ada. Di satu sisi saya bisa kenal dengan teman baru dari kawan-kawan relawan Dompet Dhuafa lainnya. Mereka sangat baik dan dengan tangan terbuka menerima saya sebagai kawan barunya,” tambah Dimas.

Dengan kondisi di wilayah terdampak yang kerapkali sulit diprediksi bahkan tidak jarang menjadi aspek yang penuh risiko, ia tidak pantang menyerah dan bersuram diri selama menjadi relawan kemanusiaan di Dompet Dhuafa. Ia bahkan berpesan kepada semua relawan kemanusiaan yang ada di luar sana agar selalu tetap sehat dan bahagia.

“Semoga seluruh relawan selalu sehat dan berbahagia dalam tugas, serta memiliki niat yang sama yaitu membantu sesama. Panjang umur kerelawanan,” tutup Dimas.(afp/dmcdompetdhuafa/rls/gie)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *