BERITACIANJUR.COM – Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur terus menggencarkan program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan kurban, untuk mencipatkan kondisi aman menjelang Iduladha 2026.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterniner DPKHP Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi, mengatakan program tersebut telah menyasar seluruh hewan kurban di setiap bandar atau pedagang hewan kurban yang ada di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur.
“Iya saat ini kami terus lakukan vaksinasi hewan kurban di setiap bandar atau pedagang untuk memastikan hewan kurban terutama sapi terbebas dari PMK menjelang Iduladha,” ujar Ade saat dihubungi beritacianjur.com, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban akan rutin dilakukan sampai Sabtu 30 Mei 2026, atau sampai tasyrik momen setelah penyembelihan hewan kurban.
“Jadi pengawasan terhadap hewan kurban ini akan terus dilakukan sampai nanti setelah penyembelihan atau biasa disebut post mortem untuk memeriksa daging dan jeroan hewan setelah disembelih,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, data jumlah sementara hewan kurban yang sudah diperiksa pihaknya sejak 1 April hingga 12 Mei 2026, sebanyak 4.303 telah dipastikan aman dari penyakit menular.
“Alhamdulillah untuk data sementara ini semua hewan yang sudah kami periksa tidak ada yang terkena penyakit, dan kondisinya juga sehat. Hanya saja beberapa ada yang kecapean setelah dikirim dari luar Cianjur, tapi seiring waktu ke depan menjelang Iduladha, dipastikan akan kembali bugar,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau para pedagang hewan kurban untuk terus mengikuti vaksinasi PMK terutama pada sapi, agar kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha nanti dalam kondisi aman.
“Kami juga imbau dan mengerahkan para pedagang agar terus mengawasi hewan kurbannya, terutama mengikuti vaksinasi PMK yang sangat rentan terjadi pada hewan sapi. Semoga sampai Idul Adha nanti kondisi seluruh hewan kurban aman,” pungkasnya.(gil)









