Cegah Mewabahnya Penyakit Chikungunya, Warga Bojongpicung Gotong Royong Berantas Sarang Nyamuk

BERITACIANJUR.COM – Mencegah mewabahnya kembali penyakit chikungunya, sejumlah warga di Kampung Cibiuk RT 02 RW 09, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur gotong royong memberihkan lingkungan termasuk area selokan yang diduga menjadi sarang nyamuk, Rabu (9/4/2025).

Pasca-puluhan warga diduga terjangkit chikungunya, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaratu, petugas Puskesmas Bojongpicung, Koramil 0608/11 Bojongpicung serta sejumlah warga langsung menggelar rembug warga.

IMG 20250409 133928 scaled

Kepala Desa (Kades) Sukaratu, Rahmat mengatakan, rembug warga dilakukan untuk mencari solusi dalam mengatasi penanganan penyakit tersebut, hingga kegiatan gotong royong membersihkan area selokan pun disepakati bersama.

“Iya kami tadi langsung mengumpulkan warga serta pihak terkait untuk membahas soal penyakit yang diduga chikungunya ini. Kegiatan pembersihan area selokan pun disepakati sebagai solusi dalam permasalahan ini,” ujar Rahmat kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi selokan yang berada di area tersebut dianggap menjadi tempat pemicu munculnya nyamuk yang diduga telah menularkan penyakit chikungunya kepada puluhan warga.

IMG 20250409 132857 scaled

“Memang kondisi selokan di area lokasi ini cukup kotor, banyak sampah-sampah bahkan airnya tidak mengalir, sehingga tidak heran jika banyak nyamuk di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Sebab itu, lanjut dia, gotong royong dalam membersihkan area selokan di lokasi sangat diperlukan, dengan berharap dapat memulihkan kondisi menjadi normal kembali dan tidak ada korban bertambah.

“Langkah ini sebagai upaya kami dalam menangani masalah ini, semoga dengan membersihkan area selokan, wilayah jadi bersih dapat menghilangkan nyamuk-nyamuk yang dapat menularkan penyakit tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Mulyani (39) menuturkan, langkah upaya dalam menangani situasi tersebut tidak cukup hanya dengan gotong royong melakukan pembersihan area selokan.

Kesadaran para warga dalam membersihkan rumahnya masing-masing, sambung dia, juga wajib dilakukan, lantaran area rumah yang kondisinya kotor juga dapat memicu munculnya penyakit tersebut.

“Jadi percuma kalau rumah kita sudah bersih tetapi tetangganya kotor, pasti nyamuk-nyamuk yang dapat menularkan penyakit tersebut pasti dapat menyerang. Sebab, lebih bagus kalau warganya juga sadar untuk membersihkan rumahnya masing-masing,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 40 orang dari Kampung Cibiuk, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur diduga menderita chikungunya.

Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Desa Sukaratu, Aliudin mengatakan, hal tersebut mulai terdeteksi sejak Sabtu (5/4/2025) lalu. Dilaporkan puluhan warga mengalami gejala demam, nyeri sendi dan tubuh lemas.

Gejala yang dialami 40 warga tersebut dianggap mengarah pada dugaan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti chikungunya atau demam berdarah dengue (DBD).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur, dr. Frida Laila Yahya menyatakan, pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari Puskesmas.

“Kronologis lengkap belum kami terima, jadi kami belum bisa memastikan jenis penyakitnya, karena saat ini masih dalam penyelidikan. Perkembangan kasus akan diumumkan setelah hasil laboratorium ke luar secara resmi,“ tutupnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *