BERITACIANJUR.COM – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Cianjur, buka suara ihwal video yang beredar di media sosial menampilkan aksi sejumlah ibu-ibu menunjukkan kekecewannya, karena posisinya sebagai kader pos KB di Kecamatan Cibeber tiba-tiba diberhentikan secara sepihak dan digantikan tim sukses (timses) Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPPKBP3A Cianjur, Hana Rosana, membantah adanya pemberhentian para kader pos KB secara sepihak dan menggantikannya dengan timses.
“Tidak, bukan pemberhentian sepihak, karena kan setiap tahunnya kader pos KB itu ada kontraknya. Ada yang dilanjutkan, ada yang digantikan, SK kepengurusan pos KB desa itu dikontrak selama satu tahun,“ ujar Hana didampingi Sekretaris DPPKBP3A Cianjur, Dewi Sartika, Senin (6/4/2026).
Ia mengeklaim tidak mengetahui terkait pengakuan ibu-ibu kader pos KB Kecamatan Cibeber yang menyebutkan posisinya digantikan tim sukses Bupati Cianjur.
“Saya rasa soal itu (timses) tidak benar, karena faktanya pemberhentian itu dilakukan karena adanya temuan kader yang double job atau rangkap jabatan, ada faktor usia juga, serta dengan alasan agar ke depannya bisa memaksimalkan kinerja di lapangan,“ terangnya.
Dari 360 kader pos KB se-Cianjur, sambung dia, sebanyak 223 orang dilakukan pergantian dan sisanya sebanyak 137 orang masih kader yang lama.
“Nah, yang di video juga ada yang sebenarnya bukan kader pos KB, tapi sub pos KB. Sedangkan sekarang sub pos KB itu sudah tidak berlaku,“ ungkapnya.
Terkait temuan rangkap jabatan, Hana menyebutkan di lapangan banyak ditemukan kader pos KB yang merangkap juga sebagai kader posyandu. Menurutnya, kader pos KB dengan kader posyandu merupakan dua hal yang berbeda.
Apalagi untuk tahun ini, lanjut Hana, kader posyandu di Cianjur yang berjumlah 14.875 orang sudah tidak lagi berada dalam naungan DPPKBP3A, melainkan sudah dilimpahan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Cianjur.
“Di lapangan banyak yang rangkap jabatan. Kader pos KB dan posyandu orang yang sama. Karena pos KB memiliki program kerja yang sangat jelas, yakni setiap bulannya ada pelaporan melalui sistem informasi keluarga (Siga), maka kami melakukan sejumlah pergantian,“ terangnya.
“Seiring berkembangnya zaman, teknis program kerja petugas pos KB kini hampir selurunya berbasis teknologi. Makanya kami melakukan pergantian sejumlah kader untuk meningkatkan kinerja di lapangan,“ tambahnya.
Soal pergantian atau perekrutan kader pos KB yang baru, Hana menjelaskan, saat ini proses SK penetapan masih berproses. “Sistem perekrutannya ada yang kita tentukan, ada juga yang diusulkan. Soal muncul isu digantikan timses, kami tidak mengganti kader atas dasar hal itu,“ pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial menampilkan aksi sejumlah ibu-ibu yang menunjukkan kekecewaannya, karena posisinya sebagai kader Pos KB di Kecamatan Cibeber tiba-tiba digantikan secara sepihak.
Dalam video yang diunggah akun TikTok vieboengsoe pada Jumat (3/4/2026), ibu-ibu tersebut terlihat mengembalikan baju berwarna pink dan bergambar Wahyu-Ramzi, lalu menyimpannya ke sebuah dus
“Terima kasih Pak Bupati, kami Pos KB Kecamatan Cibeber sudah bapak ganti dengan pendukung bapak atau timses bapak dengan dalih efisiensi,“ tulis akun TikTok vieboengsoe.
Mereka meluapkan kekecewaannya karena setelah sepenuh hati menjabat sebagai Pos KB selama bertahun-tahun, namun tiba-tiba diberhentikan secara sepihak.
“Hari ini kami kembalikan baju kebanggan kami sewaktu bapak (Bupati Cianjur) datang ke kecamatan kami. Terima kasih,“ tulisnya.
Sontak, video tersebut menuai beragam reaksi di kolom komentar. Mulai dari komentar yang mempertanyakan sikap bupati, doa dan dukungan, menyampaikan turut berduka, serta berbagai komentar lainnya.(gil/gie)










