BERITACIANJUR.COM – Polisi akhirnya berhasil menangkap dua anggota gerombolan bermotor yang membacok pria di Desa Selajambe, Kecamatan Sulauyu, Cianjur bernama Lucky Irawan (21). Dua pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) masih diburu polisi.
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, mengatakan dua pelaku berinisial RR (22) dan MW (23) ditemukan dan ditangkap di lokasi persembunyiannya pada Minggu (25/1/2026) malam.
“Setelah mengantongi identitasnya, kami langsung mencari keberadaan pelaku dan kedua pelaku langsung kami amankan dan dibawa ke Mapolres Cianjur,“ Senin (26/1/2026).
Tak hanya meringkus pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa enam senjata tajam berupa celurit dan besi tajam yang ditemukan di lokasi persembunyian pelaku.
“Kami juga mengamankan sepeda motor yang digunakan para pelaku melakukan aksi penganiayaan hingga menyebabkan korban luka di beberapa bagian tubuh,“ ungkapnya.
Terkait dua pelaku lainnya, polisi sudah menerbitkan DPO dan terus mengembangkan soal potensi adanya pelaku lain yang turut terlibat aksi pembacokan.
“Iya kami masih cari dua orang lagi, DPO-nya sudah diterbitkan. Kami akan terus kembangkan kemungkinan ada pelaku lain,“ sebutnya.
Menurutnya, akibat perbuatannya pelaku terancam kurungan penjara maksimal selama sembilan tahun. “Pelaku dijerat dengan pasal 262 ayat 3 Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP,“ jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Seorang pemuda, Lucky Irawan (21) menjadi korban pembacokan gerombolan bermotor saat melintas di Jalan Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Minggu (18/1/2026) dini hari.
Kejadian tersebut terjadi saat korban hendak pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Akibat kejadian itu, korban mendapatkan luka parah di bagian tangan dan pinggang karena terkena sabetan celurit dan golok.
“Awalnya saya beli rokok ke warung sekitar pukul 04.00 Wib. Sebelum pulang, di jalan saya melihat teman saya berteduh, akhirnya saya juga ikut berteduh. Setelah sedikit reda, saya baru jalan pulang,“ ujarnya saat ditemui di IGD RSUD Sayang Cianjur, Minggu (18/1/2026)
Saat berjalan kaki bersama temannya, sambung dia, tiba-tiba muncul gerombolan bermotor yang langsung menyerang dirinya bersama temannya. Menurutnya, gerombolan bermotor tersebut membawa senjata tajam.
“Jumlahnya ada empat motor, tapi tiap motornya ada yang boncengan dua dan tiga. Mereka datang dari arah Sukaluyu menuju Tungturunan. Setelah dekat mereka langsung menyerang saya, teman saya selamat, saya yang kena bacok,“ jelasnya.
Lucky menyebutkan, satu pelaku mengarahkan golok ke arah wajah, namun ia tangkis menggunakan tangan. Sedangkan pelaku lainnya yang menggunakan celurit, menyerang ke bagian pinggang hingga perut.
“Setelah saya luka parah, mereka masih tetap mengejat. Akhirnya saya berlari dan teriak minta tolong. Para pelaku kabur setelah banyak warga yang berdatangan,“ ungkapnya.
Akibat penyerangan tersebut, Lucky mengaku mengalami luka serius di bagian tangan dan pinggangnya. Bahkan ia mengungkapkan, jari manisnya sudah tidak bisa berfungsi lagi akibat uratnya terputus terkena sabetan senjata tajam.
“Soal pelaku, saya tidak kenal mereka, dua teman saya juga tidak kenal. Jadi kemungkinannya, mereka menyerang secara acak atau menyerang siapa saja yang bertemu di jalan,“ ucapnya.(gil)










