BERITACIANJUR.COM – Tiga orang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur dikirim ke sejumlah wilayah Sumatera untuk membantu penanganan para korban bencana banjir bandang dan longsor.
Lebih tepatnya, ketiga relawan PMI Cianjur tersebut bakal turut membantu penanganan bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Ketua PMI Cianjur Ahmad Fikri, mengatakan ketiga relawannya tersebut telah berangkat bersama para relawan PMI dari sejumlah wilayah Jabar lainnya, yang akan disebar ke sejumlah titik lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera.
“Kita mengirim tiga orang relawan yang terdiri dari satu orang staf markas dan dua relawan yang akan membantu penananganan dan pelayanan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana alam di Aceh, Sumut dan Sumbar,” ujar Fikri kepada beritacianjur.com, Sabtu (29/11/2025).
Ketiga orang relawan tersebut, sambung dia, antara lain Nano Suherman, Deni Sepa, dan Didin Jaki. Masing-masing dari mereka memiliki sejumlah keahlian dan sudah mengantongi sertifikat pelatihan seperti penanganan pertama, mendirikan tenda darurat, dapur umum serta mahir mengemudikan kendaraan besar seperti truk logistik dan truk tangki air.
Menurutnya, para relawan tersebut juga bakal membantu penanganan dan pendirian tenda di pos pusat pelayananan terpadu, atau biasa disebut camp PMI yang didirikan di tiga provinsi terdampak.
“Mereka akan di geser sesuai kebutuhan meliputi Sumut dan Sumbar guna memberikan pelayanan kemanusiaan lainnya yang diberikan PMI, bahkan kami juga menyiagakan sejumlah relawan dengan keahlian lain ketika dibutuhkan,” paparnya.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban, lanjutnya, pihaknya telah membuka donasi yang akan segera disalurkan langsung melalui PMI kabupaten/kota, kepada para korban di tiga provinsi terdampak.
Bahkan, pihaknya juga merencanakan penambahan tenaga relawan yang akan segera dikirim ke lokasi bencana. Namun, saat ini masih menunggu koordinasi dari PMI Pusat dan PMI Provinsi Jabar.
“Kami juga berkoordinasi dengan organisasi profesi dan organisasi kemanusiaan lainnya guna menyiagakan tenaga kesehatan yang informasi dari sejumlah provinsi sangat dibutuhkan dan masih kekurangan, kalau dibutuhkan kita akan bantu mengirim relawan,” pungkasnya.(gil)










