BERITACIANJUR.COM – Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Ai Juariah (48) dikabarkan bisa pulang ke tanah air hari ini, Minggu (12/6/2026).
Hal tersebut disampaikan Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Hero Laksono. Menurutnya, Ai sempat tertahan denda sebesar Rp150 juta dan konflik pemerintahan Libya.
“Kemarin dapat informasi, PMI Ai Juariah dipastikan bisa dipulangkan. Setelah negosiasi panjang, akhirnya dari agensi membiarkan Ai untuk pulang,” ujar Hero, Minggu (12/6/2026).
“Jadi tidak perlu bayar denda. Tiket pesawat pun dibelikan. Ini tidak lepas dari peran bebagai Intansi, terlebih KBRI kita di Libya,” tambahnya.
Hero menuturkan, Ai akan tiba ke tanah air sekitar Minggu petang atau maksimal malam hari. Setelah itu, Ai akan beristirahat semalam di Jakarta dan langsung dipulangkan ke Cianjur.
“Rencananya sebelum ke rumah, dibawa dulu ke Mapolres Cianjur untuk memberikan keterangan terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dialaminya, hingga membuatnya bekerja di Libya sebagai PMI ilegal,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, video seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur bernama Ai Juariah (43) mendadak viral di media sosial.
Pasalnya, dalam video berdurasi 59 detik itu terlihat Ai menangis histeris dengan kondisi wajah yang berdarah-darah. Ia pun meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk segera dipulangkan ke Indonesia.
Dalam pengakuannya, Ai merasa sudah tidak kuat bekerja karena selalu mengerjakan pekerjaan di luar kemampuan fisiknya hingga membuat mentalnya terganggu.
Diketahui, Ai Juariah sudah 14 bulan berada di Libya dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Namun, sejak awal keberangkatan Ai ke Libya pihak keluarga tidak diberikan informasi ataupun salinan dokumen resmi terkait keberangkatannya. Ia pun diduga sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Tak lama, Ai pun akhirnya ditemukan. Namun, kepulangan Ai terkendala konflik yang terjadi di Libya. Ai bekerja di daerah Berganzi, Libya Timur, sedangkan KBRI berada di wilayah Tripoli atau Libya Barat. Sehingga kepulangannya membutuhkan proses waktu yang cukup lama.(gap)









