Dugaan Korupsi Retribusi Belum Rampung, Ini Sorotan Hangat di Kebun Raya Cibodas

BERITACIANJUR.COM – Di saat kasus dugaan korupsi pemungutan retribusi di objek wisata Cibodas, Kecamatan Cipanas, Cianjur belum rampung, kini muncul sorotan baru yang tengah menjadi perhatian publik.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi tersebut tengah diselidiki Polda Jawa Barat. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sudah dimintai keterangan.

Kali ini, sorotan publik bukan soal dugaan korupsinya, namun sejumlah hal yang terjadi di salah satu tempat wisata di kawasan wisata Cibodas, yakni Kebun Raya Cibodas (KRC).

Di momen liburan Lebaran tahun ini, KRC menjadi salah satu tempat wisata di Cianjur yang digemari wisatawan. Meski tak seramai Lebaran tahun lalu, tingkat kunjungannya meroket jika dibandingkan hari-hari biasa.

Hal yang menjadi sorotan, demi untuk menikmati keindahan KRC, sejumlah wisatawan rela memilih jalur ekstrem melalui Gerbang 3 KRC yang berada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas.

Bukan tanpa alasan, mereka lebih memilih jalur ekstrem karena untuk menghindari pungutan retribusi di Gerbang 1 dan 2 KRC di Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas.

Salah seorang wisatawan Cibodas asal Cianjur, Rizki Muharam (21) mengaku, sengaja berkunjung ke KRC melalui jalur Gerbang 3 agar tidak membayar biaya retribusi dengan nominal Rp15.500 hingga Rp20.500.

“Iya saya sengaja lewat Gerbang 3 agar tidak membayar 2 kali. Kalau lewat gerbang 1 dan 2 harus bayar dulu biaya retribusi senilai Rp15.000 di hari biasa, kalau hari libur jadi Rp20.500,” ujar Rizki kepada beritacianjur.com, Minggu (6/4/2025).

Meski jalurnya cukup ekstrem dan sedikit memutar, namun demi menghindari biaya retribusi, dirinya rela tetap memilih alternatif tersebut.

“Kalau bayar retribusi jadi dua kali dong bayarnya, jadi kan mending lewat Gerbang 3 aja biar bayarnya sekali, walaupun memang jalannya ekstrem dan memutar,” ungkapnya.

Bahkan bukan hanya dirinya saja yang melakukan hal serupa, Rizki mengaku melihat banyak wisatawan lainnya yang ramai-ramai memasuki Gerbang 3 KRC.

“Tadi saya juga lihat banyak yang lewat Gerbang 3, ya pasti karena untuk menghindari biaya retribusi juga,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Cianjur, Asep Suparman menjelaskan, keberadaan Gerbang 3 merupakan salah satu pintu yang diperuntukkan bagi para pejabat pemerintah pusat yang akan melakukan kunjungan ke Kebun Raya Cibodas.

“Gerbang 3 dibuka untuk umum sejak pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai pengelola. Kebun Raya Cibodas tidak lagi bekerja sama dengan Pemkab Cianjur dalam penarikan tiket masuk wisata,“ jelasnya.

Dibukanya Gerbang 3 sebagai pintu masuk ke KRC, sambung dia, merupakan kewenangan pihak BRIN dan tidak dapat dicegah oleh pihak Pemkab Cianjur, kecuali dilakukan kerja sama kembali antara pihak Pemkab Cianjur dengan BRIN.

Terkait tingkat kunjungan, Asep menyebutkan, jumlah wisatawan yang masuk melalui Gerbang 3 hampir sebanding dengan jumlah kunjungan yang masuk melalui Gerbang Utama atau Gerbang 1 dan 2, yang dikelola oleh pihak ketiga dan bekerja sama dengan Pemkab Cianjur.

“Jadi wisatawan yang masuk melalui Gerbang 3 itu rata-rata wisatawan yang menggunakan mobil pribadi dan pemotor,“ tutupnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *