Terjadi Konflik di Libya, Pemulangan TKW Asal Ciranjang Masih Terus Diupayakan Pemerintah

BERITACIANJUR.COM – Pemulangan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur tampaknya masih membutuhkan waktu cukup lama.

Pasalnya, saat ini sedang terjadi konflik di Libya sehingga membuat proses administrasi pemulangan Ai Juariah (48) menjadi terhambat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Deny Widya Lesmana, mengatakan Ai Juariah bekerja di daerah Berganzi, Libya Timur. Sedangkan KBRI berada di wilayah Tripoli atau Libya Barat.

“Saat ini di Libya ada konflik dua pemerintahan antara Libya Timur dan Libya Barat. Sehingga KBRI Tripoli kesulitan untuk memulangkan Ai yang ada di Libya Timur,” ujar Deny, Rabu (1/7/2026).

Deny menuturkan, Disnakertrans Cianjur dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) akan terus berkoordinasi dengan KBRI Tripoli agar Ai Juariah bisa segera kembali ke tanah air.

“Tetap akan kami pulangkan, tapi prosesnya akan memakan waktu. Kalau dari negara lain yang tidak berkonflik mungkin akan lebih cepat,” paparnya.

“Dan jika dipaksakan berangkat secara mandiri, dikhawatirkan akan ada denda dan permasalahan lain yang muncul. Makanya tetap kita tempuh prosedur, meskipun jadi cukup lama pemulangannya,” bebernya.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Drs Mukhtarudin, mengatakan Ai Juariah kini berada dalam perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli.

“Sudah dalam pemantauan dan perlindungan KBRI. Pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat penyelesaian proses tersebut, sekaligus memastikan hak-hak perlindungan (Ai) terpenuhi,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, video seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur bernama Ai Juariah (43) mendadak viral di media sosial.

Pasalnya, dalam video berdurasi 59 detik itu terlihat Ai menangis histeris dengan kondisi wajah yang berdarah-darah. Ia pun meminta pertolongan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk segera dipulangkan ke Indonesia.

Dalam pengakuannya, Ai merasa sudah tidak kuat bekerja karena selalu mengerjakan pekerjaan di luar kemampuan fisiknya hingga membuat mentalnya terganggu.

Diketahui, Ai Juariah sudah 14 bulan berada di Libya dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Namun, sejak awal keberangkatan Ai ke Libya pihak keluarga tidak diberikan informasi ataupun salinan dokumen resmi terkait keberangkatannya.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *