BERITACIANJUR.COM – Kebakaran tumpukan sampah terjadi di sebuah lahan di Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, tepatnya di depan SMK PGRI 2 Cianjur, Minggu (26/7/2026) malam.
Kobaran api yang disertai kepulan asap tebal sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke area di sekitarnya.
Salah seorang warga setempat, Dede Gunawan (42), mengatakan kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.15 WIB.
“Muncul pertama kali api sekitar jam 20.15 Wib. Titik apinya berasal dari tumpukan kasur springbed yang dibuang di lokasi tersebut,” ujarnya.
Melihat api mulai membesar, ia bersama warga lainnya berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga mereka memutuskan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Saya bersama warga sempat mencoba memadamkan api, tapi kobarannya sudah terlalu besar. Akhirnya kami langsung menghubungi Damkar,” katanya.
Menurutnya, besarnya kobaran api sempat membuat warga panik karena dikhawatirkan merambat ke area sekitar.
“Warga tentu panik melihat kobaran api yang cukup besar. Banyak warga juga berdatangan ke lokasi untuk melihat kejadian tersebut,” ucapnya.
Ia menambahkan, lokasi kebakaran memang selama ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga di lingkungan RW 16.
“Lokasi itu memang biasa digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga RW 16,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Budianto, mengatakan berdasarkan hasil assessment sementara, objek yang terbakar merupakan tempat pembuangan sampah dan lahan kosong milik H. Idey.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat kelalaian. Luas area yang terbakar sekitar 30 meter dari total luas lahan kurang lebih 150 meter persegi. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian material,” ujar Budianto saat dihubungi beritacianjur.com.
Ia menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 20.43 WIB. Dua unit mobil pemadam dari Pos 1 Cianjur bersama delapan personel kemudian diberangkatkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 20.50 WIB.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Penanganan dilakukan oleh delapan personel Damkar, dibantu anggota Balakar, satu unit water supply dari BPBD, serta personel kepolisian dan PMI,” katanya.
Budianto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun rumput kering, terutama memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun ilalang atau rumput kering. Kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat menghindari pembakaran di area kebun atau lahan yang vegetasinya mulai mengering.
“Kalau membersihkan kebun atau pekarangan, sebaiknya jangan membakar rumput kering. Dikhawatirkan api dapat merambat ke lahan maupun bangunan di sekitarnya dan menyebabkan kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya.(zal)









