BERITACIANJUR.COM – Bupati Cianjur, Herman Suherman tengah berduka. Pasalnya, pengemudi mobil minibus yang tewas usai terjun ke jurang sedalam 200 meter di Cibinong ternyata kerabat dekatnya.
Dalam akun Instagramnya, Herman mengucapkan duka mendalam atas peristiwa tersebut.
“Innalillahi wainnailahi rojiun, telah meninggal Asep Wandi Rizki Effendi bin Dadang Effendi karena kecelakaan tunggal di Kampung Cicadas, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Cianjur selatan,” tulisnya.
Herman juga mengatakan, korban merupakan menantu dari adiknya yang sedang dalam perjalanan menuju Sindangbarang untuk mengontrol pembangunan masjid di Ponpes Al-Bahjah di atas tanah wakaf ayahandanya yaitu Dadang Effendi.
“Semoga almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah, diterima iman, islam, dan ihsannya. Diterima amal ibadahnya, ditutup aibnya, dan ditempatkan di tempat mulia di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujar Herman.
“Saya mohon keikhlasannya bagi yang melihat dan membaca informasi ini agar membacakan Al-Fatihah untuk almarhum Asep Wandi Rizki Effendi bin Dadang Effendi,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil minibus Mitsubishi Pajero berwarna putih terjun ke jurang sedalam 200 meter di Kampung Cicadas, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Cianjur, Rabu (8/5/2024).
Nahas, pengemudi mobil langsung tewas di tempat kejadian sebelum mendapatkan pertolongan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ika Cakra Mustika mengatakan, mobil minibus yang dikendarai AWR (32) tengah melaju dari arah Cianjur menuju Sindangbarang pada pukul 06.00 Wib.
“Korban melaju dari arah Cianjur ke Sindangbarang. Tapi saat di jalan yang berbelok ke kiri, mobil malah out ke kanan jalan dan terjun ke jurang sedalam 200 meter,” ujar Cakra, Rabu (8/5/2024).
“Mobil rusak parah usai terjun ke jurang tersebut. Pengemudi mobil meninggal seketika karena benturan,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Cakra, diduga pengemudi minibus tersebut tidak berhati-hati dan tidak bisa menguasai laju kendaraan.
“Dugaan sementara AWR yang berkendara sendirian kurang fokus dan tidak berhati-hati. Untuk faktor kendaraan kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.(gap)









