BERITACIANJUR.COM – Sejumlah warga mengeluhkan cuaca panas menyengat sejak pagi hingga malam hari, yang melanda Cianjur dalam beberapa hari terakhir.
Warga BTN Joglo Cianjur, Fahryza Agung Nur Muhamad (17), mengaku akhir-akhir ini sering ‘hareudang’ alias gerah. Menurutnya, hal tersebut terasa tidak normal karena cuaca panas menyengat sudah terasa sejak pagi.
“Sampai saat ini belum tahu sih apa penyebabnya. Tapi yang dirasakan cuaca sekarang seperti tidak normal, sudah sering hareudang (gerah) sejak pagi apalagi siang harinya,“ ujarnya kepada beritacianjur.com, Minggu (19/10/2025).
Sementara itu, warga Bekasi yang saat ini tengah bekerja di Jalan Gatot Mangkuparaja, Desa Nagrak, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Abdul Malik Ismail (35), juga merasakan cuaca panas menyengat sejak pagi.
“Saya tahu Cianjur itu sejuk, bahkan saat Juni 2025 lalu saya merasa Cianjur itu dingin. Tapi dalam beberapa hari terakhir ini kok jadi panas gini. Bukan Cuma siang, pagi sama malam juga terasa panas dan bikin gerah terus. Ini sih sudah seperti di Bekasi,“ ungkapnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ternyata cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.
“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia” jelas Guswanto seperti dikutip beritacianjur.com dari bmkg.go.id.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.
Ia menyebutkan, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat) pada 12 Oktober 2025. Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.
Peningkatan suhu, sambung dia, kembali terjadi pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37°C. Beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan suhu maksimum 35–37°C. Wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) juga menunjukkan peningkatan suhu hingga 37,6°C.
“Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” jelas Andri.
Tak hanya soal cuaca panas yang persisten dan dominan, namun BMKG juga memprakirakan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua.
Mengingat dinamika yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari.
“Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari,” jelasnya.
BMKG mengingatkan agar masyarakat memantau secara berkala informasi cuaca terkini dan peringatan dini melalui situs resmi http://www.bmkg.go.id, akun media sosial BMKG, atau aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari.(gil)







